Alasan dan Motivasi Masuk Ilmu Pemerintahan UNPAD
Tiara Ilfy Yanti
Perjalanan yang masih tergolong singkat dan penuh teka-teki. Saat itu ke plin planan masih saja hadir sampai waktu berujung detik. Aku pemudi biasa, tak sempurna dan masih dibilang ingusan. Untuk berjalan sendirian tak sanggup tanpa mancusuar, restu ilahi beserta orang tua.
Saat itu aku cuma punya visi.
Visi itu dari hati nurani.
Terfikir bagaimana aku hidup jika hanya bekerja untuk diri sendiri.
Terfikir untuk apa aku hidup jika hanya bekerja untuk uang, uang, dan uang saja tanpa melihat senyuman mereka.
Aku tahu, mewujudkannya butuh keringat dan air mata. Tapi aku yakin bahwa usaha keras itu tak akan menghianati. Seberat apapun itu berfikirlah positif bahwa lelah tapi lillah lebih bermakna.
Jika aku flashback di zaman SMP, kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu mata yang begitu menyayat hati dan membangkitkan semangat kebangsaan. Disitulah aku mulai tertarik dengan dunia tersebut.
Seiring waktu berjalan, masa SMA hampir usai dan aku di hadapi oleh beribu pilihan. Pilihan yang mana? Pilihan dimana pandangan akan berpijak sebagai eskalator ke akhirat. Awalnya ingin konsultaasi dahulu dengan orang tua, guru dan juga rekan dekat mengenai kemampuan yang tepat. Sebagian besar menjawab kejuruan, keagamaan, sastra dan seni. Disana aku mulai berfikir entah apa sebenarnya. Pada saat itu juga isu-isu banyak terjadi pada pemimpin dan masyarakat. Sempat merasa terharu atas apa yang terjadi bahkan ingin meninggalkan hal berbau tersebut. Namun sebagai manusia kita tak boleh membiarkan itu terjadi.
Maka IP lah pilihan!!!

Komentar
Posting Komentar